Mengenal Budaya Tailan Melalui Kegiatan Sekolah dan Kehidupan Masyarakat di Ban Chiang Khan Wichitwittaya School

lkui.umsida.ac.id – Tailan tidak hanya dikenal sebagai negara dengan destinasi wisata yang menarik, tetapi juga memiliki budaya kuat yang masih dijunjung tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui program magang internasional di Wichitwittaya School, Chiang Khan, kawasan Isaan Timur Laut Tailan, Nur Khalifah, mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris, mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat budaya setempat. Kecamatan di wilayah ini berbatasan langsung dengan Laos, sehingga memberikan pengalaman unik bagi Nur Khalifah dalam berinteraksi dengan lingkungan sekolah dan masyarakat lokal. (22/6).

Salah satu hal yang menurutnya paling berkesan adalah bagaimana masyarakat Tailan, terutama para siswa, menunjukkan rasa hormat yang tinggi kepada guru. Setiap pagi, mulai pukul 07:00 hingga 08:00, para guru yang bertugas, menyambut kedatangan siswa di gerbang sekolah. Saat tiba di sekolah, siswa akan memberikan salam khas yang dikenal sebagai Wai, yaitu dengan merapatkan kedua telapak tangan di depan dada sambil sedikit menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan. Mereka juga mengucapkan salam dan sapaan dengan sopan kepada para guru. Tradisi ini tidak hanya dilakukan saat datang ke sekolah, tetapi juga setiap kali mereka berpapasan dengan guru di lingkungan sekolah.

Kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa profesi guru memiliki posisi yang sangat dihormati dalam budaya setempat. Sejak dini, para siswa diajarkan untuk menghargai guru sebagai sosok yang memberikan ilmu pengetahuan dan membimbing kehidupan mereka. Sikap hormat ini tecermin dalam perilaku sehari-hari yang santun, disiplin, dan penuh penghargaan kepada orang yang lebih tua.

Baca juga: Gandeng Kementerian Pendidikan Thailand, UMSIDA Ikuti Magang Internasional di Yala


“Melihat tradisi di sekolah ini tentu memberikan pelajaran, wawasan, dan pengalaman baru. Di sana, guru sangat dihormati dan dianggap sebagai orang tua kedua. Adab mereka juga sangat sopan. Bukan hanya satu atau dua siswa, tetapi semua siswa melakukan gerakan Wai tersebut. Hal ini tampaknya menjadi kebiasaan karena mereka dididik sejak awal hingga terbiasa melakukan tradisi itu,” ucap Kiki, staf bidang Kerja sama Umsida. “Intinya, tradisi ini menurut saya cukup berbeda dengan di Indonesia dan tentu sangat menarik,” tambahnya.

Setelah kegiatan penyambutan siswa, seluruh warga sekolah mengikuti kegiatan pagi yang dilaksanakan setiap hari. Kegiatan ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Tailan, dilanjutkan dengan doa bersama serta berbagai kegiatan yang menanamkan nilai-nilai moral, nasionalisme, dan penghormatan terhadap institusi negara. Seluruh siswa mengikuti kegiatan tersebut dengan tertib dan penuh kesungguhan. Mereka berdiri dengan rapi, melakukan gerakan Wai, serta menunjukkan sikap hormat selama kegiatan berlangsung.

Pengalaman yang paling berkesan selama magang adalah peringatan Hari Guru (Teacher’s Day). Perayaan ini menunjukkan betapa besarnya penghormatan masyarakat Tailan terhadap profesi guru. Pada hari tersebut, seluruh guru duduk berjajar di area yang telah disiapkan. Kemudian para siswa datang membawa rangkaian bunga yang dibuat secara khusus sebagai simbol penghormatan dan rasa terima kasih kepada guru.

Dengan penuh ketulusan, para siswa berjalan mendekati guru dan melakukan penghormatan tradisional sebelum menyerahkan bunga kepada guru mereka. Setelah itu, guru memberikan doa, nasihat, serta harapan terbaik bagi para siswa. Suasana berlangsung dengan penuh rasa hormat, haru, dan kebersamaan. Tradisi ini menjadi simbol hubungan yang erat antara guru dan siswa serta mencerminkan nilai-nilai budaya setempat yang menjunjung tinggi pendidikan dan rasa terima kasih kepada orang yang telah memberikan ilmu.

Melalui pengalaman ini, Nur Khalifah belajar bahwa pendidikan di Tailan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, etika, dan nilai-nilai budaya. Sikap hormat kepada guru, kedisiplinan dalam menjalankan kegiatan sekolah, serta penghargaan terhadap tradisi menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Tailan.

Program magang internasional ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk memahami bahwa pendidikan dan budaya memiliki hubungan yang sangat erat. Melalui kegiatan sekolah dan kehidupan masyarakat, ia dapat melihat secara langsung bagaimana nilai-nilai budaya diwariskan kepada generasi muda dan menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang menghargai pendidikan, tradisi, dan sesama manusia.

Baca juga: Internasionalisasi Kampus: Prodi Administrasi Publik Umsida Hadirkan Pakar Lintas Negara dalam Acara Visiting Professor 2026

Penulis: Nur Khalifah
Editor: LKUI Umsida

Related Posts