lkui.umsida.ac.id – Langkah nyata UMSIDA dalam memperluas kiprahnya di panggung internasional kembali dibuktikan lewat pelepasan delegasi terbaiknya ke Negeri Gajah Putih. Kegiatan berskala internasional ini diinisiasi oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dari Fakultas Pendidikan dan Studi Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang dijadwalkan berlangsung selama satu semester penuh terhitung sejak bulan Juni hingga September 2026. Pada kesempatan berharga kali ini, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo secara khusus mengirimkan dua mahasiswa terbaiknya dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yaitu Muhammad Abimael Samlin dan Nur Khalifah untuk mempraktikkan ilmu dan memperluas wawasan global mereka. (09/06)

Pengiriman delegasi ini merupakan tahun keempat bagi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo secara konsisten mengirimkan mahasiswanya ke Negeri Gajah Putih setelah pada tahun-tahun sebelumnya selalu mendapatkan apresiasi yang sangat luar biasa dari Dinas Pendidikan Loei terutama mengenai performa dan kualitas mengajar para mahasiswa di dalam kelas. Dalam pelaksanaan program kali ini, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo bergabung dalam sebuah kolaborasi strategis gabungan yang melibatkan total lima Perguruan Tinggi Muhammadiyah terkemuka di Indonesia yaitu Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Muhammadiyah Sorong, Universitas Muhammadiyah Palopo, dan Universitas Muhammadiyah Gresik. Kedatangan para mahasiswa ke lokasi pengabdian didampingi langsung oleh Kepala Lembaga Kerjasama dan Urusan Internasional Universitas Muhammadiyah Sidoarjo sekaligus Koordinator Program yaitu Ibu Isna Fitria Agustina, M.Si., bersama dengan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yaitu Ibu Dr. Fika Megawati, M.Pd.
Rangkaian kedatangan seluruh delegasi dari Indonesia disambut dengan sangat megah dan penuh kehangatan sejak pertama kali mereka mendarat di bandara udara di Bangkok. Puncak seremonial pembukaan dan penyambutan resmi dilaksanakan dengan sangat meriah bertempat di Loei Anukunwittaya School yang diawali dengan pertunjukan tarian sambutan tradisional khas Thailand yang sangat memukau seluruh hadirin. Dalam kesempatan tersebut, Sersan Dr. Mongkhon Sonnuan selaku Loei Provincial Education Officer memaparkan secara detail mengenai latar belakang serta tujuan utama dari proyek kolaborasi ini sebelum akhirnya acara dibuka secara resmi melalui pidato dari Gubernur Provinsi Loei. Perwakilan delegasi dari Indonesia yang diwakili oleh Prof. Dr. Khoirul Anwar, M.Pd. selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik juga turut memberikan sambutan penting mengenai signifikansi kerja sama akademik internasional dalam rangka pengembangan pembelajaran bahasa Inggris di masa depan.

Sebagai bentuk penguatan komitmen kerja sama yang berkelanjutan, agenda tersebut juga meresmikan penandatanganan dokumen Memorandum of Understanding bersama dengan Loei Provincial Education Office, Loei Primary Educational Service Area Office 1, Loei Primary Educational Service Area Office 2, serta Petchaboon Primary Educational Service Area Office 3. Tidak hanya itu, penandatanganan Memorandum of Agreement juga dilakukan secara langsung dengan perwakilan dari delapan sekolah dasar di Thailand yang akan menjadi tempat bagi para mahasiswa termasuk delegasi dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo untuk mempraktikkan ilmu mengajar mereka. Kegiatan berikutnya dilanjutkan dengan sesi English Learning Development Seminar yang dipandu oleh Ms. Paulina dan Dr. Wanida dengan menghadirkan para akademisi hebat dari Indonesia termasuk Dr. Fika Megawati, M.Pd. dan Isna Fitria Agustina, M.Si. untuk membahas kemitraan pendidikan dalam pemberdayaan masyarakat yang lebih baik.
Baca juga: Sinergi Akademis dan Birokrasi Umsida Gandeng Pemkab Rembang dalam Konferensi Internasional Administrasi Publik
Dalam rangka pembekalan sebelum resmi bertugas di Loei, Thailand, M. Abimael Samlin dan Nur Khalifah bersama mahasiswa magang lainnya terlebih dahulu diberikan pelatihan intensif oleh staf pengajar bahasa Inggris setempat mengenai panduan hidup dan petunjuk pelaksanaan proyek di Loei. Rangkaian pembukaan yang padat ini diakhiri dengan momen ketika para Kepala Sekolah dari delapan sekolah dasar mitra datang menjemput langsung para mahasiswa magang untuk dibawa menuju lokasi pengabdian masing-masing guna memulai babak baru dalam meningkatkan kompetensi global dan mempererat hubungan bilateral kedua negara.




