lkui.umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) terus memperkokoh langkahnya dalam kancah internasionalisasi pendidikan tinggi dengan menerima kunjungan kehormatan dari Kedutaan Besar Malaysia. Pertemuan diplomatik dan akademik yang berlangsung diselenggarakan di Ruang Rapat Kampus 1 Umsida. Delegasi penting dari Kedutaan Besar Malaysia tersebut dipimpin langsung oleh Puan Shafieza Md Fadizil yang menjabat sebagai Penasihat Pendidikan, serta didampingi oleh seorang staf ahli yang bertindak sebagai Education Promotor. Kedatangan rombongan delegasi dari negeri jiran ini disambut dengan penuh kehangatan, keramahan, dan antusiasme yang tinggi oleh jajaran pimpinan tertinggi sivitas akademika Umsida, yang mencerminkan komitmen kuat kampus dalam membangun jejaring global. (03/07)

Dari pihak Umsida, Dr. Hidayatulloh M.Si., selaku Rektor beserta jajarannya hadir secara langsung untuk menyambut rombongan diplomatik tersebut. Pertemuan strategis ini juga turut dihadiri oleh sejumlah Dekan dan Wakil Dekan dari berbagai fakultas di lingkungan Umsida, Direktorat Sekretariat Rektorat, Direktorat Humas dan Protokoler, serta Direktorat Bahasa, Kerja sama, dan Urusan Internasional yang mengawal jalannya acara dari awal hingga selesai dengan sangat baik. Dalam sesi sambutan pembuka, Rektor Umsida Dr. Hidayatulloh M.Si. menyampaikan rasa terima kasih dan kehormatan yang luar biasa atas kunjungan kerja ini. Di hadapan perwakilan Kedutaan Besar Malaysia, beliau menegaskan posisi strategis Umsida yang saat ini telah berhasil mengukuhkan diri sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di jajaran utama nasional.
Baca juga: Qurban Festival di Yala: Sinergi PTMA dan AMT Wujudkan Dakwah dan Kepedulian Lintas Negara
Keberhasilan ini dibuktikan dengan raihan akreditasi “Unggul” institusi yang secara resmi dikeluarkan melalui Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dengan SK BAN-PT Nomor 269/SK/BAN-PT/Ak/PT/III/2024. “Umsida telah meraih akreditasi institusi Unggul sejak tanggal 19 Maret 2024,” jelas Hidayatulloh. Pihak rektorat juga memaparkan bahwa Umsida tidak berpuas diri sampai di situ saja, melainkan sedang bergerak cepat melakukan persiapan matang untuk mengantarkan program-program studi lainnya di lingkungan kampus agar segera meraih akreditasi program studi “Unggul” berikutnya.
Lebih lanjut, pihak kampus menjelaskan bahwa reputasi akademik Umsida kini tidak hanya diakui di tingkat nasional, tetapi juga telah merambah ke tingkat internasional. Penilaian positif ini tercermin dari berbagai pemeringkatan global bergengsi yang berhasil diikuti oleh Umsida, di antaranya adalah pencapaian dalam UI GreenMetric yang menilai komitmen kampus terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan, serta partisipasi aktif dalam pemeringkatan internasional AppliedHE yang mengukur kualitas serta dampak nyata dari proses pendidikan tinggi di masyarakat luas.

Merespons sambutan hangat tersebut, Puan Shafieza Md Fadizil selaku Penasihat Pendidikan memberikan paparan komprehensif mengenai program Education Malaysia Indonesia (EMI). Program ini dirancang khusus untuk mempromosikan visi kolaborasi pendidikan bertajuk Higher Education Malaysia di wilayah Indonesia. Dalam penjelasannya yang menggunakan bahasa resmi Malaysia, beliau menjabarkan secara detail bahwa fungsi utama Kedutaan Besar Malaysia adalah bertindak sebagai perwakilan resmi bagi institusi pendidikan tinggi Kerajaan Malaysia. Pihak kedutaan memegang peran krusial dalam aspek perundingan dan pemerhatian, yang diartikan sebagai pemberi panduan informasi serta melakukan pengawasan, pemantauan, dan perhatian mendalam terhadap dinamika kerja sama pendidikan antarkedua negara agar berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Dalam diskusi intensif tersebut, Puan Shafieza Md Fadizil menyarankan agar Umsida dan mitra perguruan tinggi di Malaysia ke depan membuka kesempatan untuk implementasi kerja sama pada tiga program unggulan utama, yakni Dual Degree (Gelar Ganda), Joint Research (Riset Bersama), dan Co-Funding (Pendanaan Bersama). Untuk merealisasikan program Dual Degree, program-program studi di Umsida diarahkan untuk mempersiapkan seluruh dokumen kolaborasi akademik secara matang dan terstruktur agar dapat segera mengajukan akreditasi internasional ke lembaga resmi pemerintah Malaysia, yaitu Malaysia Qualifications Agency (MQA). Proses pengajuan akreditasi internasional ini dinilai sangat fleksibel karena dapat diusulkan secara kolektif untuk efisiensi waktu operasional, meskipun secara administratif dokumen pengajuannya tetap harus dilakukan secara mandiri oleh masing-masing program studi yang bersangkutan.
Baca juga: Menembus Batas Negeri: Elsyien Mahasiswa PBI Umsida Ikuti Magang Satu Semester di Thailand
Kedutaan Besar Malaysia juga menekankan agar Umsida dapat menspesifikkan fokus kerja samanya secara terarah sesuai dengan keunggulan dari tiap-tiap program studi, seperti memilih fokus yang menitikberatkan pada bidang proses pembelajaran kurikulum (education), penelitian ilmiah (research), ataupun pengabdian kepada masyarakat (community service). Hubungan bilateral dalam sektor pendidikan antara Indonesia dan Malaysia sendiri secara historis dinilai sudah sangat kuat dan mengakar sejak lama, di mana kedua negara selalu saling mendukung dengan adanya mobilitas ribuan mahasiswa yang saling menempuh studi lintas perbatasan setiap tahunnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret untuk memperluas akses pendidikan global, pihak kedutaan besar memperkenalkan dua program beasiswa bergengsi dari Pemerintah Malaysia untuk mahasiswa internasional, yaitu Malaysia International Scholarship (MIS) yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia untuk memfasilitasi talenta terbaik dunia menempuh studi pascasarjana, serta Malaysian Technical Cooperation Programme (MTCP) di bawah Kementerian Luar Negeri Malaysia yang ditujukan bagi pelajar dari negara-negara berkembang. Menutup penjelasan mengenai peluang emas tersebut, Puan Shafieza Md Fadizil memberikan ajakan langsung kepada segenap mahasiswa Umsida untuk mendaftar ke dua program beasiswa tersebut. Pada sesi akhir, kunjungan resmi ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk segera menyusun langkah konkret dan strategis demi mengoptimalkan dokumen kerja sama pendidikan antarnegara dalam waktu dekat.
KUI Umsida




